Peran Filsafat dan Kebudayaan

Salaam Sahabats…

Ayatullah-MMenimba ilmu dari sumber ilmu yang tepat tentu akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Nah, kali ini kami mengajak kita semua menimba manfaat Filsafat dari Seorang yang berasal dari negeri yang sudah ratusan tahun mengembangkan Filsafat Islam. Selamat merenungkannya..

Filsafat dan Kebudyaan Reportase Kuliah Studium General : Ayatullah Muhammad Khamenei

Oleh : Ferry Djajaprana

Dalam kunjungannya di Indonesia, Prof. Dr. Ayatullah Muhammad Khamenei (L: 1936) cukup sibuk karena jadwalnya yang padat di perguruan tinggi Islam di Indonesia, diantaranya : Islamic College – Paramadina, UIN Jakarta, IAIN Bandung, IAIN Yogyakarta, ICC dan sebagainya untuk memberikan ceramah tentang filsafat dan kebudayaan.

Dalam Studium General di Islamic College – Paramadina, kakak dari Ayatullah Ali Khamenei ini menjelaskan dalam Bahasa Parsi tentang pentingnya filsafat Islam sebagai solusi pemecahan masalah dunia.

“Ilmu filsafat adalah ibu segala ilmu yang berguna bagi alam secara keseluruhan. Filsafat di Barat berkembang dengan pesat tetapi tidak mampu berkembang secara universal.

Munculnya faham Israkiyah oleh Suhrawardi Al Maktul, Ibnu Arabi, dan Mulla Shadra pada empat abad silam yang menjelaskan Hikmah Mutaaliyyah yang menggagas masalah filsafat Barat. Mulla Shadra yang hidup empat abad silam yang sejaman dengan Hamzah Fanshuri (dari Nusantara) yang menggabungkan berbagai filsafat untuk menjelaskan tentang Wujud.”

Mohammed Khamenei yang lahir di kota Mashhad yang pernah meraih Ph.D. pada bidang Philosophy and Mysticism di Qum pada tahun 1965 ini selanjutnya menjelaskan:

“Iran, setelah revolusi Islam, mengalami perubahan yang mendasar. Sebelumnya Iran seperti negara-negara lainnya. Kemudian membuat kongres filsafat, mendatangkan filosof-filosof Barat, untuk menggali filsafat Mulla Shadra kemudian menggali karya-karya Mulla Shadra yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, sehingga filsafat Islampun berkembang. Jadi, sebenarnya kita mampu menggerakkan pemikiran Islam dengan panduan Al Quran.

Filsafat Barat hanyalah memunculkan permainan fikiran saja, filsafat Islam (filsafat nadhari/filsafat teoritis) ada dalam karya-karya seperti Hikmah Mutaaliyah, dalam praktisnya untuk panduan amaliah masyarakat seperti konsep Insan Kamil (konsep manusia sempurna), ini bisa dipraktekkan oleh keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak, dijelaskan juga hak-haknya mereka. Di balik wacana ini ada sesuatu yang lebih besar yaitu membangun negara.

Kalau filsafat Islam berkembang maka akan ada rasa aman, keruhanian yang tinggi, tetapi kenyataan justru sebaliknya, filsafat Barat yang berkembang pesat.

Filsafat membumikan pengaruh kepada manusia. Filsafat secara dzahir adalah sebuah pengetahuan, tetapi sesungguhnya filsafat adalah panduan masyarakat. Ilmu ekonomi terbatas pada kajian masalah ekonomi, ilmu alam membahas masalah alam dan sebagainya, tetapi ilmu filsafat membahas masalah secara umum, karena ilmu lain statusnya adalah anaknya dan filsafat adalah ibunya.” Demikian ucap Muhammad Khamenei yang menyelesaikan M.A.nya pada bidang Western Law pada tahun 1969.

Selanjutnya President of Shadra Islamic Philospohy Research Institute ini menghimbau pada para filosof di Indonesia untuk kembali meneliti filsafat Indonesia.

“Kami berharap Anda meneliti filsafat agar memberi pengaruh terhadap negeri ini, dan kami berharap Anda bisa meneliti sehingga akan didapat filsafat islam pengaruhnya terhadap negeri Indonesia, bahkan Asean. Kami berharap Anda bisa memberikan pemikiran filsafat. Orang yang belajar filsafat bertanggung jawab terhadap kehidupan yang benar, dan sehat pada kehidupan masyarakat”. Demikian tutup Ayatullah,

Semoga harapan beliau menjadi kenyataan, karena Indonesia sebenarnya kaya akan filsafat tapi masih belum tergali…tengoklah filsafat Hamzah Fanshuri, Filssafat SSJ, filsafat wayang, dsb…[]

Terimakasih kami haturkan kepada sahabat Ferry Djajaprana, semoga Allah merahmatinya.

Nah, sahabats, sebagai putra bangsa yang mensyukuri negara dan bangsa kita, marilah kita kembangkan nalar anugrah ilahi dengan berfikir filosofis yang mendalam, dan marilah kita muliakan akhlaq kita dengan cahaya Al-Quran yang memancar dalam perilaku kita.

Wallahu a’lam bi shawwab.

Salam..[]

Sumber Tulisan:

Http://ferrydjajaprana.multiply.com

 

Sumber Gambar:

1. http://images.ferrydjajaprana.multiply.com/image/Uoakxx+NDTHqhr0O7spj0g/photos/1M/300×300/763/Ayatullah-M.-Khamenei.JPG?et=6Z6QrBaZl80LNkX6Oj9amg&nmid=0

2. http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:6oS618AuLW-8EM:http://2.bp.blogspot.com/_taMajVQWOio/S6q44hePsVI/AAAAAAAAAhg/0w6yXQ-nje0/s1600/200eczc.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: